Tag Archiveskirabpemuda2018

Kirab Pemuda Kemenpora 2018 Berakhir di Jakarta, Ditutup Menpora

Kirab Pemuda Kemenpora 2018 Berakhir di Jakarta, Ditutup Menpora

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi secara resmi menutup kegiatan Kirab Pemuda Kemenpora yang sudah dimulai sejak 5 September 2018 dan berakhir pada 15 November 2018.

Dalam sambutannya, dia berharap agar kegiatan tersebut dapat membawa manfaat bagi para pemuda-pemudi dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di masa depan.

“Setelah 73 hari keliling Indonesia, pasti ada banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang didapat, dan tentunya acara puncak Kirab Pemuda ini akan sangat menggembirakan,” kata Imam di GOR Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis.

Lebih lanjut, dia menuturkan pemuda-pemudi Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar kedepannya, yakni menjaga keutuhan NKRI beserta seluruh keanekaragaman pariwisata, budaya dan sumber daya alam yang dimiliki oleh masing-masing wilayah.

“Bentangan pulau-pulau kita, dari Sabang sampai Merauke, adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang harus kita jaga selama-lamanya. Jadi, kawal terus negeri ini sampai kapanpun,” ujar Imam.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Kirab Pemuda 2018 Faisal Abdullah berharap kegiatan tersebut dapat mempererat persatuan serta meningkatkan patriotisme pemuda-pemudi sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika.

“Selain itu, saya juga berharap kegiatan Kirab Pemuda 2018 dapat menggali sekaligus memberdayakan potensi yang dimiliki oleh para pemuda dan pemudi Indonesia,” ungkap Faisal.

Kegiatan Kirab Pemuda 2018 diikuti oleh 34 pasang putra-putri terbaik di seluruh provinsi di Indonesia. Mereka melakukan perjalanan selama 73 hari dan berkegiatan selama lima hari di titik-titik singgah yang telah ditentukan.

Peserta dibagi menjadi dua zona, yaitu Zona 1 dan Zona 2. Masing-masing zona terdiri dari 17 pasang peserta dan ada 17 titik singgah yang dilalui.

Zona 1 mengawali perjalanan dari Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sedangkan Zona 2 mengawali perjalanan dari Kota Merauke, Provinsi Papua.

Kedua zona tersebut bertemu di Kota Jakarta sebagai lokasi penyelenggeraan acara puncak Kirab Pemuda Kemenpora 2018.

*Berita dikutip dari tempo.co dengan judul sama.

Tutup Kirab Pemuda 2018, Menpora Titipkan Pesan

Tutup Kirab Pemuda 2018, Menpora Titipkan Pesan

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi resmi menutup kegiatan Kirab Pemuda 2018 di GOR Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis 15 November. Ia pun menitipkan pesan kepada 90 peserta kirab yang telah mengikuti rangkaian kegiatan sejak 5 September lalu.

Cak Imam berharap kegiatan tersebut dapat membawa manfaat bagi pemuda-pemudi untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi, ke-90 peserta kirab telah berkeliling nusantara yang dibagi ke dalam dua zona (zona 1 start dari Sabang, zona 2 dari Merauke).

“Setelah 73 hari keliling Indonesia, pasti ada banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang didapat. Tentunya acara puncak Kirab Pemuda ini akan sangat menggembirakan,” ucap Menpora dalam sambutannya.

Ia mengatakan tanggung jawab pemuda-pemudi Indonesia ini cukup besar di masa mendatang. Yakni menjaga keutuhan NKRI dengan keanekaragaman budaya, sumber daya alam, dan periwisata yang dimiliki wilayah masing-masing.

“Bentangan pulau- pulau dari Sabang sampai Merauke adalah anugerah Allah yang harus kita jaga. Untuk itu, sebarkan virus Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya.

Kirab Pemuda 2018 diikuti 34 pasang putra-putri terbaik di seluruh provinsi Indonesia. Mereka melakukan perjalanan selama 73 hari ke pelosok nusantara selama lima hari di tiap titik singgah yang telah ditentukan.

Larut saat penutupan Kirab Pemuda 2018

Saat acara penutupan berlangsung, Menpora tampak larut dalam suasana di GOR Rawamangun, Jakarta Timur. Saking larutnya, Menpora tampak berkaca-kaca saat ikut bernyanyi dengan Delon dan Ghea Idol.

Meski diguyur rintik hujan, Cak Imam tetap bernyanyi di tengah lapangan menyenandungkan lagu Karena Cinta karya Joy Tobing. Suasana emosional kian terlihat di wajah Menpora saat mengajak Bulan Karunia bernyanyi bersama.

Gadis disabilitas yang tampil di opening ceremony Asian Games 2018 itu menjadi tamu spesial pada penutupan Kirab Pemuda 2018.

“Ini lagu sangat indah, semua karena cinta, karena cinta NKRI. Setuju teman-teman?,” tanya Menteri asal Bangkalan, Madura itu kepada peserta Kirab Pemuda yang mengamini pertanyaan tersebut.

Kegiatan Kirab Pemuda 2018 merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan Kemenpora. Peserta Kirab Pemuda 2018 meningkat dari tahun lalu, di mana kali ini diikuti 90 peserta dari 34 provinsi di Indonesia.

*Artikel dikutip dari metrotvnews.com dengan judul sama.

Menpora Tutup Rangkaian Kirab Pemuda dan Tinjau Venues

Menpora Tutup Rangkaian Kirab Pemuda dan Tinjau Venues

JAKARTA, Kompas.com – Delon Idol, Ghea dan Menpora Imam Nahrawi menyanyikan lagu popo,”Semua karena cinta,” saat acara penutupan Kirab Pemuda 2018, Kamis (15/11/2018).

Sebanyak 90 pemuda-pemudi berpakaian cokelat-cokelat yang mewakili 34 provinsi di Indonesia hadir dalam puncak acara Kirab Pemuda di Lapangan Atletik, GOR Rawamangun, Jakarta Timur.

Sebelum acara dimulai, Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sempat meninjau venue baseball yang pada Agustus lalu jadi saksi perjuangan atlet-atlet Indonesia di ajang Asian Games 2018. Lokasi venue baseball dengan venue puncak acara Kirab Pemuda hanya berjarak sekitar 200 meter, sehingga Menpora meninjaunya dengan jalan kaki.

Menpora mengapresiasi pengelolaan venue. Terbukti hingga saat ini rumput, permukaan tanah, dan fasilitas penunjang seperti toilet masih baik. Tidak lupa Menpora mengajak masyarakat agar tidak ragu berolahraga di lapangan baseball Rawamangun karena akan sangat percuma jika ada infrastruktur olahraga tetapi tidak ada kegiatan olahraganya.

Kemudian, acara berlanjut di lapangan atletik. Sebuah panggung dan beberapa tenda sudah berdiri untuk memeriahkan acara penutupan Kirab Pemuda. Acara disuguhkan oleh tari-tarian daerah dan pementasan dari para peserta Kirab Pemuda 2018.

Kirab Pemuda adalah kegiatan kedua yang dilaksanakan oleh Kemenpora. Jika tahun lalu terpilih 73 pemuda-pemudi, maka tahun ini jumlahnya naik menjadi 90 peserta. Mereka terbagi dalam dua zona untuk keliling Indonesia. Selama itu mereka merekam, mempelajari, dan mengaplikasikan konsep persatuan Indonesia sebagaimana sesuai dengan slogan kegiatan Kirab Pemuda, “Berani Bersatu”.

“Bentangan dari Sabang sampai Merauke adalah anugerah Allah yang harus kita jaga. Untuk itu, sebarkan virus Bhineka Tunggal Ika,” ujar Menpora kepada seluruh peserta.

Menpora berharap agar pengalaman para pemuda selama ini dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sosial. Salah satu yang paling konkret adalah menjadi garda terdepan persatuan Indonesia. Sebagaimana semboyan negara yakni Bhineka Tunggal Ika yang bermakna walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan.

Selain itu, Menpora juga ingin agar para alumni Kirab Pemuda dapat mandiri dan independen secara program. Artinya menciptakan kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan untuk pembangunan Indonesia tetapi tidak bergantung kepada dana APBN. Para alumni Kirab Pemuda ditantang untuk menggaet sponsor, berkolaborasi dengan pihak lain demi membuat kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Puncak acara pun ditutup oleh penampilan Delon dan Ghea. Kedua penyanyi alumni Indonesian Idol itu membukanya dengan lagu Kebyar-Kebyar lalu dilanjutkan dengan lagu andalan Delon berjudul “Karena Cinta”. Seluruh peserta dan alumni Kirab Pemuda seketika larut dalam suasana tersebut. Sekali lagi, lagu “Karena Cinta” seolah menjadi simbol alasan mereka ikut kegiatan Kirab Pemuda, yakni rasa cinta yang begitu mendalam kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul sama.
Penulis : Tjahjo Sasongko
Editor : Tjahjo Sasongko

Hujan-hujanan, Delon dan Ghea Nyanyi Bareng

Hujan-hujanan, Delon dan Ghea Nyanyi Bareng

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dua penyanyi jebolan Indonesian Idol, Delon Thamrin dan Ghea Indrawari memilih untuk turun dari panggung, meski saat itu hujan masih mengguyur lapangan GOR Rawamangun, Jakarta, saat penutupan acara Kirab Pemuda 2018, Kamis (15/11/2018). Sambil terus bernyanyi di tengah guyuran hujan, Delon dan Ghea serta para fansnya terus berjalan menuju ke tengah lapangan untuk menghampiri bocah penyandang disabilitas, Bulan Karunia Rudianti.

Tak hanya Delon dan Ghea, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi dan Istri, Shobibah Rohmah serta puluhan pejabat di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) juga ke tengah lapangan tanpa memakai payung guna memberikan semangat kepada Bulan Karunia.

Suasana semakin haru, ketika lagu karena Cinta masuk dalam pengulangan reffraint (reef) yang dinyanyikan secara bersama oleh Delon dan Ghea serta ratusan orang di tengah lapangan yang mengerumuni Bulan Karunia.

Sebab, pada momentum itu, Menpora, sedang berjongkok mensejajarkan tingginya dengan kursi roda yang dipakai Bulan Karunia sambil bercengkrama dan menyemangati bocah tersebut.

“Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini, Bukan karna kuat dan hebatku. Semua karena cinta, semua karena cinta. Tak mampu diriku dapat berdiri tegar, terima kasih cinta.”

Nampak Menpora Imam Nahrawi memperlihatkan beberapa buku pada Bulan Karunia. Setelah itu, Bulan Karunia juga terlihat menggenggam erat tangan Menpora.

Pada kesempatan itu, Imam Nahrawi dan Shobibah Rohmah juga ikut menyanyikan lagu ‘Karena Cinta’ yang khusus diperuntukkan bagi pemuda difabel di seluruh Indonesia.

Sekadar informasi, pada acara penutupan Kirab Pemuda 2018 ini, Museum Rekor Indonesia (MURI) turut menganugerahkan plakat pemecahan rekor Indonesia kepada Imam Nahrowi di kategori congklak dengan material kardus terbesar di seluruh-Indonesia. (*)

*Berita dikutip dari timesindonesia.co.id dengan judul sama.

Jusuf Kalla: Peserta Kirab Pemuda 2018 Wajib Bangga Menjadi WNI

Jusuf Kalla: Peserta Kirab Pemuda 2018 Wajib Bangga Menjadi WNI

daulat.co – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dunia dengan segala perbedaan yang menjadi kekuatan bangsa. Untuk itu, dirinya menekankan kepada para peserta Kirab Pemuda 2018 wajib bangga menjadi warga negara Indonesia yang menjadi negara kepulauan terbesar di dunia.

“Walaupun kita ini berbeda-beda dalam banyak hal akan tetapi kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia. Karena dengan adanya perbedaan inilah menjadi bangsa yang kuat dan saling menghormati,” kata Jusuf Kalla saat menerima peserta Kirab Pemuda 2018 di Kantor Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (14/11).

“Dengan berbagai budaya, bahasa, suku, ras, agama dan sebagainya inilah justru kita bersatu dan saling menghormati karena itulah perjalanan anda selama 73 hari mengelilingi Indonesia tentu memperlihatkan hal-hal positif dengan melihat kita menjadi cinta satu sama lain,” imbuh Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan ini, Jusuf Kalla memberikan pesan kepada peserta Kirab Pemuda 2018, agar sesama pemuda harus dapat berbuat sesuatu untuk bangsa dengan saling mengenal adalah modal besar, semangat untuk berinovasi adalah yang terpenting untuk negeri ini.

“Berikan semangat kepada seluruh pemuda di penjuru negeri sehingga menimbulkan rasa berbuat sesuatu yang baik untuk bangsa, selamat atas perjalanan itu dan sebaiknya ditulis dalam buku agar berguna untuk masa mendatang,” pesan Jusuf Kalla.

Untuk diketahui, Kirab Pemuda 2018 diikuti 74 pemuda yang mewakili 34 provinsi di Indonesia, Kirap dilaksanakan sejak 5 September hingga 15 November 2018 melintasi 34 provinsi dan 100 kabupaten/kota selama 73 hari serta dibagi dalam dua zona yakni zona I (Aceh) dan zona II (Merauke).

*Berita dikutip dari daulat.co dengan judul sama.

Peserta Kirab Pemuda 2018 Akan Dijamu Wapres Jusuf Kalla

Peserta Kirab Pemuda 2018 Akan Dijamu Wapres Jusuf Kalla

Jakarta – Jelang acara puncak Kirab Pemuda 2018, yang akan digelar pada hari Kamis (15/11/18), di GOR Rawamangun Jakarta Timur, peserta kirab pemuda akan diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada, Rabu (14/11/18).

Asisten Deputi Bidang Peningkatan Kreatifitas Pemuda, Junaidi mengatakan kunjungan ke Wapres untuk memberikan motivasi kepada peserta kirab pemuda yang mewakili 34 Provinsi dan 10 OKP agar bisa mengkampanyekan nilai-nilai keberagaman yang ada di Indonesia.

“Setelah puncak acara mereka akan kembali ke daerahnya masing-masing dan berbekal pengalaman yang peserta dapatkan di berbagai daerah mereka akan menjadi duta kebergaman di daerahnya masing-masing,” ujar Junaidi.

Pengalaman yang dimiliki peserta kirab, menurut Junaidi merupakan pengalaman langka yang tidak dimiliki oleh semua pemuda di Indonesia.

“Peserta kirab ini merupakan pemuda yang beruntung yang bisa mengunjungi dan merasakan keberagaman di seluruh daerah di Indonesia. Oleh karena pengalaman yang dimiliki peserta harus disampaikan kepada pemuda-pemuda lainnya agar turut serta menjaga kebhinekaan di Indoensia,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta yang dari Lampung Teguh mengungkapkan kebahagiaannya bisa menjadi bagian dari peserta kirab pemuda 2018.

“Sungguh istimewa menjdi bagian dari kirab pemuda 2018. Kita bisa merasakan langsung semangat keberagaman dengan menganl lebih mendalam tentang beragam kebudayaan yang ada di Indonesia,” tandasnya.

*Berita dikutip dari jurnas.com dengan judul sama.

Peserta Kirab Pemuda 2018 Akan Dijamu Wapres Jusuf Kalla

Peserta Kirab Pemuda 2018 Akan Dijamu Wapres Jusuf Kalla

JAKARTA, PE – Jelang acara puncak Kirab Pemuda 2018, yang akan digelar pada hari Kamis (15/11/18), di GOR Rawamangun Jakarta Timur, peserta kirab pemuda akan diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada, Rabu (14/11/18).

Asisten Deputi Bidang Peningkatan Kreatifitas Pemuda, Junaidi mengatakan kunjungan ke Wapres untuk memberikan motivasi kepada peserta kirab pemuda yang mewakili 34 Provinsi dan 10 OKP agar bisa mengkampanyekan nilai-nilai keberagaman yang ada di Indonesia.

“Setelah puncak acara mereka akan kembali ke daerahnya masing-masing dan berbekal pengalaman yang peserta dapatkan di berbagai daerah mereka akan menjadi duta kebergaman di daerahnya masing-masing,” ujar Junaidi.

Pengalaman yang dimiliki peserta kirab, menurut Junaidi merupakan pengalaman langka yang tidak dimiliki oleh semua pemuda di Indonesia.

“Peserta kirab ini merupakan pemuda yang beruntung yang bisa mengunjungi dan merasakan keberagaman di seluruh daerah di Indonesia. Oleh karena pengalaman yang dimiliki peserta harus disampaikan kepada pemuda-pemuda lainnya agar turut serta menjaga kebhinekaan di Indoensia,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta yang dari Lampung Teguh mengungkapkan kebahagiaannya bisa menjadi bagian dari peserta kirab pemuda 2018.

“Sungguh istimewa menjdi bagian dari kirab pemuda 2018. Kita bisa merasakan langsung semangat keberagaman dengan menganl lebih mendalam tentang beragam kebudayaan yang ada di Indonesia,” tandasnya. RIL

*Berita dikurip dari palpres.com dengan judul sama.

Usai 73 Hari Keliling Indonesia, Peserta Kirab Pemuda Bertemu JK

Usai 73 Hari Keliling Indonesia, Peserta Kirab Pemuda Bertemu JK

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima peserta Kirab Pemuda 2018 di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat. Para peserta kirab tersebut datang bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Pantauan di lokasi, ada sekitar 74 peserta yang hadir. Mereka hadir di Istana Wakil Presiden pada pukul 14.30 WIB.

“Kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia, karena itu anak-anakku semua yang telah berkeliling negeri ini tentu melihat perbedaan itu,” kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

“Dan selalu saya katakan, justru perbedaan itu menyebabkan kita menjadi bangsa yang kuat,” lanjut dia.

Berdasarkan keterangan situs kirabpemuda2018, kirab ini merupakan pawai kebhinekaan. Acara ini untuk memfasilitasi para pemuda agar membangkitkan semangat nasionalisme, menjaga kebhinnekaan, persatuan dan kedaulatan NKRI. Para peserta yang hadir di Istana Wapres ini telah melintasi sejumlah provinsi di Indonesia.

Jusuf Kalla, kirab pemuda 2018Jusuf Kalla terima peserta kirab pemuda 2018 di Istana Wapres, Rabu (14/11/2018). (Foto:Kevin Kurnianto/kumparan)
JK mengatakan para peserta ini telah menempuh perjalanan selama 73 hari. Mereka telah melihat sejumlah perbedaan yang beragam di Indonesia seperti perbedaan bahasa, budaya hingga kekayaan alam Indonesia.

“Perjalanan anda selama 73 hari melihat bagian bangsa yang besar ini tentu menemukan hal positif, tentu anda mengenal bahasa, budaya, kegiatan yang berbeda,” ucap JK.

Termasuk, mereka telah melihat kekayaan alam Indonesia yang begitu besar. Diharapkan setelah melihat segala perbedaan dan kekayaan alam di Indonesia, antarmasyarakat bisa saling kenal satu sama lain.

“Tentu juga anda mengenal dengan betul kekayaan alam kita yang begitu besar, karena sering dikatakan dg melihat maka kita akan tentu menjadi kenal dan menjadi cinta satu sama lain dengan bangsa ini,” bebernya.

Sementara itu Imam Nahrawi yang hadir mengatakan kirab pemuda merupakan prioritas Kemenpora yang telah diselenggarakan selama 2 tahun terakhir. Peserta terdiri dari 34 provinsi yang telah diseleksi.

Mereka juga harus bermalam di rumah penduduk selama 5 hari dalam satu titik untuk beradaptasi dengan masyarakat. Imam berharap para peserta dapat kembali ke kampung halamannya menggerakkan potensi wisata, ekonomi hingga sosial.

“Tentu saya berharap mereka tidak berhenti di sini, mereka kembali ke kampung halaman masing-masing,” jelas Imam Nahrawi

“Kita wajibkan setidaknya mereka punya tim 20 orang untuk gerakkan potensi wisata, ekonomi, sosial, olahraga, untuk juga menjadi saksi dari ebuah proses pembangunan yang ada, mereka menyaksikan pembangunan infrastruktur merata dari Sabang sampai Merauke,” tutur Imam Nahrawi.

*Berita dikutip dari kumparan.com dengan judul sama.

Puncak Kirab Pemuda 2018 Diramaikan Karya dan Kreativitas Pemuda Indonesia

Puncak Kirab Pemuda 2018 Diramaikan Karya dan Kreativitas Pemuda Indonesia

Kastara.id, Jakarta – Usai mendampingi Wapres Jusuf Kalla menerima peserta Kirab Pemuda 2018, Menpora Imam Nahrawi menjelaskan jika acara Puncak Kirab Pemuda 2018 akan dilaksanakan di Gelanggang Atletik GOR Rawamangun, Kamis (15/11) besok. Pada acara puncak tersebut akan disuguhkan berbagai karya dan kreativitas pemuda akan tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Kegiatan Kirab Pemuda lanjut Menpora, yaitu Deklarasi Pemuda Pawai Kebinekaan, jalan sehat, senam pagi, bakti sosial, seminar, festival, berkunjung ke media, sekolah, ponpes dan menjadi pelatih olahraga. “Kegiatan pemuda inspiratif juga dilakukan 16 kota di titik singgah kurang lebih 16 ribu orang mengikuti kegiatan itu serta berpartisipasi sehingga total 1.000.048 pemuda selama 3 bulan,” lanjutnya.

“Ada juga kegiatan Pemuda Membaca Kitab Suci di 8 provinsi yang diikuti 5 ribu anak muda dalam memberikan rasa penghormatan satu sama lainnya juga pawai dan sekolah kebangsaan, bakti sosial, panggung budaya,” tambah Menpora.

Selama kirab tercatat beberapa pemecahan Rekor Muri yakni Senam Posa-Asa di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Meriam Bambu di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat sebanyak 2018 unit dan permainan Congklak Terbesar dan peserta terbanyak pada puncak Kirab Pemuda 2018 di GOR Rawamangun, 15 November esok.

Pasca kegiatan kirab ini tutur Menpora, peserta diwajibkan memberdayakan 20 orang pemuda di daerahnya agar menjadi pemuda yang inovatif, bermanfaat, kreatif, dan berdaya saing. “Peserta kita bebani untuk mendokumentasikan segala sesuatunya melalui sosial media dan dijadikan sebuah buku, selain itu juga mereka harus merekrut minimal 20 pemuda agar menjadi pemuda yang mandiri dan bermanfaat menghadapi globalisasi perkembangan zaman dan terus kita pantau,” kata Menpora.

*Berita dikutip dari kastara.id dengan judul sama.

Wapres JK Terima Peserta Kirab Pemuda di Istana

Wapres JK Terima Peserta Kirab Pemuda di Istana

Merdeka.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima perwakilan peserta kirab pemuda di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (14/11). Tidak hanya JK, hadir pula Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Imam menjelaskan agenda ini merupakan bagian dari program Kemenpora yang sudah berlangsung selama 2 tahun. Dia menjelaskan 1.500 peserta telah mengunjungi 34 provinsi. Karena itu, kata dia para peserta harus berkomitmen untuk kuat dan tahan selama 73 hari dari satu daerah ke daerah yang lain.

“Mereka harus menularkan ilmu literasi ke pemuda sebaya,” kata Imam di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

*Berita dikutip dari merdeka.com dengan judul sama.