Usai 73 Hari Keliling Indonesia, Peserta Kirab Pemuda Bertemu JK

Usai 73 Hari Keliling Indonesia, Peserta Kirab Pemuda Bertemu JK

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima peserta Kirab Pemuda 2018 di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat. Para peserta kirab tersebut datang bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Pantauan di lokasi, ada sekitar 74 peserta yang hadir. Mereka hadir di Istana Wakil Presiden pada pukul 14.30 WIB.

“Kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia, karena itu anak-anakku semua yang telah berkeliling negeri ini tentu melihat perbedaan itu,” kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

“Dan selalu saya katakan, justru perbedaan itu menyebabkan kita menjadi bangsa yang kuat,” lanjut dia.

Berdasarkan keterangan situs kirabpemuda2018, kirab ini merupakan pawai kebhinekaan. Acara ini untuk memfasilitasi para pemuda agar membangkitkan semangat nasionalisme, menjaga kebhinnekaan, persatuan dan kedaulatan NKRI. Para peserta yang hadir di Istana Wapres ini telah melintasi sejumlah provinsi di Indonesia.

Jusuf Kalla, kirab pemuda 2018Jusuf Kalla terima peserta kirab pemuda 2018 di Istana Wapres, Rabu (14/11/2018). (Foto:Kevin Kurnianto/kumparan)
JK mengatakan para peserta ini telah menempuh perjalanan selama 73 hari. Mereka telah melihat sejumlah perbedaan yang beragam di Indonesia seperti perbedaan bahasa, budaya hingga kekayaan alam Indonesia.

“Perjalanan anda selama 73 hari melihat bagian bangsa yang besar ini tentu menemukan hal positif, tentu anda mengenal bahasa, budaya, kegiatan yang berbeda,” ucap JK.

Termasuk, mereka telah melihat kekayaan alam Indonesia yang begitu besar. Diharapkan setelah melihat segala perbedaan dan kekayaan alam di Indonesia, antarmasyarakat bisa saling kenal satu sama lain.

“Tentu juga anda mengenal dengan betul kekayaan alam kita yang begitu besar, karena sering dikatakan dg melihat maka kita akan tentu menjadi kenal dan menjadi cinta satu sama lain dengan bangsa ini,” bebernya.

Sementara itu Imam Nahrawi yang hadir mengatakan kirab pemuda merupakan prioritas Kemenpora yang telah diselenggarakan selama 2 tahun terakhir. Peserta terdiri dari 34 provinsi yang telah diseleksi.

Mereka juga harus bermalam di rumah penduduk selama 5 hari dalam satu titik untuk beradaptasi dengan masyarakat. Imam berharap para peserta dapat kembali ke kampung halamannya menggerakkan potensi wisata, ekonomi hingga sosial.

“Tentu saya berharap mereka tidak berhenti di sini, mereka kembali ke kampung halaman masing-masing,” jelas Imam Nahrawi

“Kita wajibkan setidaknya mereka punya tim 20 orang untuk gerakkan potensi wisata, ekonomi, sosial, olahraga, untuk juga menjadi saksi dari ebuah proses pembangunan yang ada, mereka menyaksikan pembangunan infrastruktur merata dari Sabang sampai Merauke,” tutur Imam Nahrawi.

*Berita dikutip dari kumparan.com dengan judul sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *