Perwakilan Pemuda se-Indonesia Napak Tilas Kebhinnekaan di Demak

Perwakilan Pemuda se-Indonesia Napak Tilas Kebhinnekaan di Demak

DEMAK – Puluhan pemuda perwakilan 34 provinsi se-Indonesia berikut organisasi massa kepemudaan peserta Kirab Pemuda 2018 singgah di Kota Wali, Sabtu (20/10). Selama tiga hari mereka diajak mengenal lebih jauh kabupaten yang masyur dengan wisata religi dan konservasi mangrovenya. Termasuk napak tilas kebhinnekaan di Masjid Agung Demak dan Kadilangu, terkait sejarah Demak sebagai pusat penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa pada abad XV.

Di masjid peninggalan Walisanga yang juga cagar budaya nasional mereka disambut jajaran takmir. Sebagian yang muslim langsung mengikuti dzikir tahlil di Makam Sultan Fattah dan Raja-raja Kesultanan Demak Bintoro, sementara yang nonmuslim diajak melihat-lihat isi museum, sembari disampaikan sejarah benda-benda pusaka ada di dalamnya yang dilestarikan karena terkait ihwal pendirian Masjid Agung Demak dan Kesultanan Demak Bintoro oleh Sultan Fattah.

Pun di Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, pemuda-pemudi beragam suku, budaya dan agama itu kembali diperkenalkan sejarah Sunan Kalijaga menyebarkan ajaran Islam di Jawa bersama Walisanga. Termasuk kekhasan Sunan Kalijaga yang mengolaborasikan budaya lokal dengan ajaran Islam, sehingga masyarakat Jawa ketika itu menjadi muslim secara damai tanpa ada kekerasan. Serta mampu hidup rukun berdampingan dengan penganut agama dan kepercayaan lainnya.

Syahmadi, perwakilan pemuda dari Kalimantan Selatan menuturkan, keberuntungannya bisa menjadi peserta Kirab Pemuda 2018. “Seleksinya sangan berat. Namun saya bersyukur bisa lolos, sehingga berkesempatan mempelajari beragam budaya yang ada di negeri ini. Termasuk Demak, yang ternyata kaya sejarah juga keistimewaan,” ujarnya.

Hal sama disampaikan Ikfal Al Fazri, perwakilan Kontingen Jabar. Menurut penyiar radio di Cirebon yang juga urnalis di media online nasional itu, bisa berkeliling Nusantara bersama kelompok Zona II mulai dari Meraoke, Ambon, Polewali Mandar, Wakatobi, hingga kemudian singgah di Demak adalah suatu anugerah.

“Apalagi kami tak hanya dikenalkan sejarah Walisanga, namun juga diajarkan cara bertanam mangrove, serta dikenalkan aneka produk unggulan yang tentu saja belum tentu ada di daerah lain. Menjadikan kami semakin cinta Indonesia karena keragamannya,” kata dia.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Demak Drs Abdul Charis MM didampingi Koordinator Kirab Pemuda 2018 di Kota Singgah Demak Drs Joko Sari menjelaskan, Kirab Pemuda merupakan agenda rutin Kemenpora RI, dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan pemuda. Sehingga mereka mampu menjadi motor penggerak pemersatu kebhinnekaan, yang mandiri, kreatif, kompetitif dan terampil di segala bidang khususnya ekonomi.

Menjadi kota singgah untuk acara berlevel nasional tentu saja dimaksimalkan untuk mengenalkan keistimewaan Kabupaten Demak berikut beragam keunggulan yang dimiliki. Termasuk sebagai destinasi wisata religi dengan pengunjung terbanyak kedua seIndonesia setelah Borobudur.

Maka sebagaimana arahan Bupati HM Natsir serta selaras program Kemenpora RI pada Kirab Pemuda 2018 ini, pemuda-pemudi terbaik di Indonesia itu diajak mengenal Demak Kota Wali lebih dalam. Mulai dari sejarah hingga beragam potensi unggulan yang dimiliki. Sehingga mereka terkesan, dan mengabarkannya kepada masyarakat di daerah asal agar turut singgah ke Demak.

“Di samping sekaligus sebagai inspiraai juga motivasi pemuda-pemudi Demak, agar terpacu menjadi yang terbaik sebagaimana para peserta Kirab Pemuda 2018,” tandas Kabid Kepemudaan dan Kepramukaan Dinpora Kabupaten Demak itu.

*Berita diambil dari wawasan.co dengan judul sama,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *