Perlunya Sikap Bijaksana Dalam Bermedsos Untuk Perangi Hoax

Perlunya Sikap Bijaksana Dalam Bermedsos Untuk Perangi Hoax

YOGYA.KRJOGJA.com– Di tahun politik saat ini banyak sekali berita-berita hoax yang sengaja diciptakan untuk memperlebar jurang perbedaan antara kubu-kubu yang berseberangan.

Menanggapi kondisi yang dapat memperkeruh persatuan bangsa ini, Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo) mengundang komunitas digital di Kota Yogyakarta untuk memerangi hoax demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

“Berita yang tidak jelas kebenarannya sebaiknya dihindari dan tidak disebarkan,” kata Kasubdit Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Helmi Malik Bou, saat membuka acara Forum Diskusi Publik Bijak Bermedia Sosial untuk Indonesia Maju, di Ballroom Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta, Kamis (25/10/2018).

Hilmi berpesan kepada peserta forum diskusi agar dapat menyaring berita-berita yang viral di media sosial, dan berperan aktif dalam memerangi hoax dengan cara meluruskan hoax dengan data-data atau berita yang sebenarnya. Para peserta yang diundang pada acara kali ini adalah komunitas media sosial, blogger, pers mahasiswa dan perwakilan BEM di Yogyakarta.

Selain itu, acara ini kedatangan tamu istimewa yakni para peserta Kirab Pemuda 2018 yang tengah singgah di kota Yogyakarta pada serangkaian acara pada 23-27 Oktober 2018.

Asisten Deputi Bidang Peningkatan Kreatifitas Pemuda Kemenpora, Drs Djunaedi, M. Si mengatakan, pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus dapat menjadi contoh bagi masyarakat dengan lebih bijaksana dalam bermedia sosial. “Semangat menjaga persatuan dalam keberagaman yang penuh kreatifitas menjadi pagar bagi para pemuda untuk terus membangun bangsa menuju Indonesia maju,” ujarnya.

Salah satu peserta kirab yang berasal dari Bali menyatakan keprihatinannya terhadap penyebar-penyebar berita hoax yang malah menjadi viral, padahal tidak benar. Ia menyayangkan para netizen yang menyebarkan berita-berita secara asal sehingga hoax malah menjadi viral.

Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Gun Gun Siswadi berpesan kepada generasi muda agar bersifat kritis terhadap berita-berita yang sedang viral di media sosial. “Generasi muda harus mampu berpikir kritis tehadap semua konten yang ada di media digital, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat memanfaatkan kebebasan berinformasi ini secara baik dan menyadari pentingnya beretika di media jejaring sosial,” katanya.

Gun Gun menegaskan, hoax yang diciptakan sesensitif mungkin, menyentuh berita-berita yang sedang panas sengaja diciptakan untuk membuat masyarakat bingung kemudian menjadi bodoh. “Sejatinya Kominfo telah memonitor penyebaran hoax, namun makin hari pertumbuhan hoax makin mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Gun Gun kembali mengingatkan bahaya dan akibat hoax seperti yang sudah diatur pada Undang-undang ITE Pasal 28 ayat 1, yang ancaman hukumannya pidana 6 tahun penjara dan atau denda 1 milyar. Ia juga meminta kepada para peserta agar tidak perlu takut untuk melaporakan berita-berita yang sekiranya tidak benar kepada Kementerian Kominfo lewat media pengaduan seperti email di cybercrimes@mail.kominfo.go.id atau dapat melalui SMS/WA ke 082210101112. (Imd)

*Berita diambil dari krjogja.com dengan judul sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *