Kirab Pemuda 2018 Ajang Pengkaderan Calon Pemimpin

Kirab Pemuda 2018 Ajang Pengkaderan Calon Pemimpin

Kementerian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) menggelar kirab pemuda 2018 di Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan kirab ini di meriahkan dengan festival dan lomba budaya Nyongkolan dan Gendang Beleq yang di ikuti oleh 10 sekolah setingkat SMA.

Asisten Deputi Peningkatan Kreatifitas Pemuda Kemenpora Djunaidi mengatakan kegiatan kirab ini sebagai bentuk wadah untuk mengeksplorasi ketrampilan dan kemampuan siswa dan pemuda. Selain itu kirab pemuda ini juga sebagai bentuk pengkaderan untuk menciptakan calon pemimpin bangsa.

“Kirab pemuda 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga memiliki manfaat yang signifikan untuk terus membuka ruang yang luas bagi kreativitas dan inovasi pemuda di berbagai bidang pengabdian sosial yang selaras dengan substansi undang-undang 40/2009 tentang kepemudaan yang menekankan pelayanan kepemudaan pada tiga aspek yaitu penyadaran pengembangan dan pemberdayaan pemuda,” papar Djunaidi dalam sambutannya.

Sekda Lobar Muhammad Taufiq menyatakan melalui kirab pemuda ini sebagai bentuk trauma healing bagi pelajar dan pemuda. Taufiq menegaskan meski gempa menghancurkan dan meluluhlantakan sejumlah kawasan di Lombok namun saat ini di dapat di pastikan Lombok telah aman di kunjungi.

“Saya pastikan Lombok sangat aman untuk di kunjungi, silahkan datang dan berlibur ke Lombok jangan takut karena Lombok sudah siap di kunjungi lagi,” ucapnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Sekda NTB Rosyadi Sayuti yang menyampaikan Lombok telah melakukan recovery dan telah aman di kunjungi. Sekda juga menyatakan fasilitaa dan sarana pendukung telah di rehab dan di rekonstruksi dan dalam waktu dekat Lombok akan pulih sepenuhnya.

Kegiatan kirab ini merupakan kegiatan kedua. Di tahun 2017 kirab pemuda sudah melaksanakan. Pada kirab pemuda ini selain peserta kirab budaya juga di ikuti peserta inti dari 17 provinsi. Peserta inti ini diseleksi secara online. Lebih dari 11000 orang yang mendaftar dari seluruh indonesia dan yang mengisi melalui formulir ada 400 orang.

Peserta ini dibagi menjadi dua zona yakni Sabang dan marauke. Masing – masing zona melaksanakan kirab di 17 provinsi dan NTB merupakan titik singgah yang ke 15 yang dilaksanakan di sini. Mereka melaksanakan kegiatan selama kurang lebih 73 hari. Dimana masing-masing provinsi melaksanakan kegiatan selama 5 hari.(bn)

*Berita dikutip dari matanusantara.com dengan judul sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *