Kemenpora Dapatkan 2 Pemuda Inspiratif di Lhokseumawe

Kemenpora Dapatkan 2 Pemuda Inspiratif di Lhokseumawe

Lhokseumawe-Kemenpora sudah selesai menyeleksi kompetisi Pemuda Inspiratif di lapangan Hiraq, Lhokseumawe pada 8-9 September 2018.Dua wakil yakni Fadlon dan Cut Mirna Rita berhasil memenangkan kompetisi ini.

Dengan menjadi pemenang di kota Lhokseumawe, Fadlon dan Icut, sapaan akrab Cut Mirna Rita berhak mengikuti kompetisi nasional yang digelar November mendatang di Kota Serang, Banten.

Ada lima finalis yang beradu kreatifitas. Tampil pertama kali adalah Rajesh dengan judul Progam Siswa Mengajar. Setelah Rajesh, yang tampil berikutnya adalah Cut Mirna Rita yang mempresentasikan Filterisasi Limbah Rumah Tangga Ramah Lingkungan. Penampilan berikutnya adalah Rifna (Pelatihan Tahfidzul Qur’an Bagi Siswa SMP), kemudian Fadlon (Si Tungang) dan yang terakhir adalah Cut Raisa Nanda (Teknik Permaianan Biola).

Yang menarik, Raisa diminta juri untuk menampilkan satu lagu dengan alat musik biola saat ia mempresentasikan programnya. Dengan percaya diri Raisa memainkan lagu berjudul Love Story. Sebelum pengumuman pemenang Pemuda Inspiratif, panitia mengumumkan hadiah utama sepeda motor Honda Beat. Hadiah tersebut jatuh kepada Waliyurrahman mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Usai mengumumkan pemenang hadiah jalan sehat berupa sepeda motor, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata Kota Lhokseumawe, Zulkifli mengumumkan pemenang Pemuda Inspiratif yakni Fadlon dan Cut Mirna Rita.

“Selamat untuk para pemenang yang mewakili Lhokseumawe. Saya berharap para pemenang bisa mengembangkan program dan inovasinya sehingga bisa menjadi yang terbaik pada saat kompetisi Nasional,” ujarnya.

Kompetisi Pemuda Inspiratif akan berlanjut di kota berikutnya. Pada 15-16 September, kompetisi ini digelar di dua kota bersamaan yakni Bukit Tinggi dan Banda Aceh.

Sementara itu, Cut Mirna mengungkapkan alasan mengusung tema Filterisasi Limbah Rumah Tangga Ramah Lingkungan. Dia menyebut apa yang diungkapkannya bukan sekadar wacana. Alat peraga yang ia bawa saat presentasi berhasil meyakinkan para juri. Berawal dari banyaknya masyarakat yang mencuci dengan air sungai yang kotor dan mengandung bakteri, Icut berinisiatif untuk menciptakan alat penyaringan air yang dapat membantu warga.

“Jadi waktu itu ada warga sekitar yang mencuci baju di parit dekat rumah. Tapi di parit itu ada banyak sampah plastik. Saya ingin warga sekitar mendapat air yang lebih bersih,” katanya.

Sedangkan Fadlon berhasil menjadi pemenang karena idenya untuk membantu para penyandang tuna rungu melalui Aplikasi Tuna Rungu atau ia singkat dengan Si Tungang.

Aplikasi berbasis windows ini diharapkan mampu membantu para penyandang tuna rungu untuk berkomunikasi dengan orang lain. “Saya ingin memberi kontribusi lebih bagi para penyandang tuna rungu,” kata Fadlon.

sumber; liputan6.com

https://www.liputan6.com/bola/read/3641322/kemenpora-dapatkan-2-pemuda-inspiratif-di-lhokseumawe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *