Sambas Menjadi Tuan Rumah Titik Singgah Ke 11 Kirab Pemuda

Sambas Menjadi Tuan Rumah Titik Singgah Ke 11 Kirab Pemuda

Sambas menjadi tuan rumah (titik singgah) ke 11 dari 17 daerah di wilayah barat Indonesia yang disinggahi Kirab Pemuda. Kirab merupakan kegiatan melintasi seluruh provinsi di Indonesia. Kirab menjadi kemasan menarik, kekinian, kreatif, patriotik, gembira, massal, kompetitif, membangun serta menumbuhkan semangat kebhinekaan.

Tak kurang 50 Pemuda pemudi dari seluruh Nusantara, bersama dengan Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda, Forkopimda Sambas beserta Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Danrem 121/Abw dan Asdep Kreatifitas Pemuda Kemenpora RI bersama 300 penari menari Tandak Sambas, Selasa (16/10).

Ya, itulah rangkaian pembukaan Kirab Pemuda 2018, di halaman Kantor Bupati Sambas.

Sambas memang menjadi tuan rumah (titik singgah) ke 11 dari 17 daerah di wilayah barat. Dalam rangkaian pembukaan, juga dihadiri Ivan Seventeen. Ivan pun sempat membawakan lagu melayu serta lagu bartajuk Jaga Selalu Hatiku. Sontak, peserta yang hadir di kegiatan tersebut terhibur.

Asdep Kreatifitas Pemuda Kemenpora RI, Drs Junaidi MSi mengatakan Kirab Pemuda 2018, merupakan kegiatan melintasi seluruh provinsi di Indonesia dengan kemasan menarik dan kekinian, kreatif, patriotik, gembira, massal, kompetitif, dan membangun untuk menumbuhkan semangat kebhinekaan bagi pemuda pemudi dari seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Junaidi menyampaikan pemuda yang pandai memaknai persahabatan dan persaudaraan antar sesama, pemuda yang bertakwa kepada TYME, mematuhi hukum, memelihara kerukunan internal dan antar umat beragama, melaksanakan interaksi antar budaya, mengembangkan modal sosial, menerapkan nilai luhur budaya bangsa dan memiliki kebanggaan sebagai bangsa indonesia dalam rangka memantabkan landasan spiritual, moral dan etika pembangunan bangsa

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Natalia saat mewakili Gubernur Kalbar, mengatakan di akhir-akhir ini, dicermati semakin sering terjadi ketegangan ditengah masyarakat. Berbagai macam gejala seperti meningkatnya rasa saling curiga, meningginya ego sektoral, maraknya hoax di sosmed, saling adu domba, munculnya konflik antar pendukung, tawuran antar kampung atau sekolah,

menipisnya toleransi antar agama dan antar etnis dan lainnya.

Melihat kondisi ini, pemuda Indonesia tak bisa berdiam diri. Sejarah membuktikan, sejak berdirinya Budi Utomo, lahirnya sumpah pemuda, proklamasi dikumandangkan, dan munculnya era reformasi, adalah karena peran pemuda.

“Kegiatan Kirab Pemuda yang bertemakan Kirab Pemuda Pemersatu Bangsa, serta mengemas kegiatan kreatif didalamnya, diharapkan menjadi sarana yang tepat menanggulangai krisis dan degradasi kebinekaan,” kata Natalia.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH, mengawali sambutan menyampaikan selamat datang di Kabupaten Sambas, yang sudah mendapatkan kepercayaan sebagai salahs atu titik singgah di Provinsi Kalbar pada kegiatan Kirab Pemuda 2018.

Wakil Bupati Sambas mengajak, kepada pemuda untuk meraih peluang dalam bonus demografi yang akan dialami nantinya. tentunya harus dijawab dan dibutkikan oleh para pemuda itu sendiri, melalui kerja keras, kerja ikhlas dan kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan.

“Lakukan tindakan dan aksi positif dalam bidang pendidikan, teknologi, sosial budaya, pembentukan karakter yang kokoh, menjaga persatuan dan kesatuan, meningkatkan moralitas sehingga akan lahir pemuda yang diperhitungkan keberadaannya dalam pergaulan dengan bangsa maju lainnya,” katanya.(*)

 

*Berita diambil dari pontianakpost.co.id dengan judul sama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *