Di Iringi Pengantin Sasak, Kirab Pemuda Nusantara Sampai di Lombok Barat

Di Iringi Pengantin Sasak, Kirab Pemuda Nusantara Sampai di Lombok Barat

Lombok Barat – Kirab pemuda Nusantara 2018 Zona Merauke disemarakkan oleh ribuan siswa siswi perwakilan sekolah se Kabupaten Lombok Barat pada Kamis (1/11). Kehadiran pelajar dengan kostum budaya adat nyongkolan (pengantin) suku sasak Lombok ini, sekaligus menjadi suguhan dan pelengkap rangkaian Kirab Pemuda 2018 yang dipusatkan dihalaman kantor Bupati Lombok Barat.

Para peserta kirab dilepas dari lapangan Mareje Gerung dan berjalan menuju Bencingah Agung Giri Menang-Gerung. Iring – iringan diawali oleh iringan paskibra dan anggota pramuka, yang membawa bendera merah putih.

Kirab ini ditujukan untuk membangkitkan pembangunan kepemudaan lintas pulau se-Indonesia. Tahun ini Lombok Barat menjadi titik singgah yang pertama untuk kunjungan di Nusa Tenggara Barat selama 5 hari kedepan. Iringan pawai budaya ribuan pelajar menjadi barisan pengikut peserta kirab pemuda nusantara.

Kedatangan para peserta kirab dari berbagai provinsi nusantara inipun dinilai Sekda Lombok Barat H.M. Taufiq, sebagai sebagai momentum untuk kebangkitan Lombok pasca diporak porandakan oleh gempa beberapa bulan yang lalu.

“Meski kena gempa, hilang rumah, tapi semangat tidak boleh hilang. Kita harus buktikan bahwa Lombok sudah aman,” ujarnya dalam sambutan pembukanya.

Sementara itu Menpora yang diwakili Asisten Deputi Bidang Peningkatan Kreativitas Pemuda, Junaidi M.Si memberikan apresiasi kepada Pemprov NTB dan Pemkab Lobar yang telah mempersiapkan kirab ini dengan penuh antusias. Ia memaparkan, kirab ini dilaksanakan sudah 2 tahun dimana pesertanya diseleksi secara online dan yang mendaftar lebih dari 11 ribu. Dari jumlah tersebut yang dipilih dalam satu provinsi hanya 2 orang untuk berkesempatan mengikuti kirab pemuda berkeliling nusantara.

Zona kirab ini sendiri dibagi 2 yaitu Sabang dan Merauke. Masing-masing zona adakan kegiatan di 17 provinsi selama 73 hari. Masing-masing provinsi menggelar kegiatan selama 5 hari.

Karenanya Junaidi berharap kegiatan ini berjalan lancar dan aman dengan prinsip zero accident, serta hasil yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diambil manfaatnya. “Saya berharap para peserta bisa menjadi kader perubahan. Selain itu bisa makin memperkuat kebhinekaan dan persatuan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu Sekda NTB Rosiadi menilai kirab pemuda ini secara tak langsung menjadi langkah nyata, mengabarkan kepada dunia bahwa Lombok sudah aman untuk dikunjungi kembali. “Sebarkan ke seluruh penjuru dunia kirim pesan lewat IG, FB dan Twitter bahwa Lombok ini indah dan aman dikunjungi,” ujarnya.

Usai acara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan pataka dari Deputi Menteri ke Sekda Provinsi NTB. Selanjutnya pataka itu diserahkan kepada para pemuda yang tergabung dalam kirab pemuda Nusantara.

*Berita dikutip dari lombokinfo.com dengan judul sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *