Babel Dua Pulau Satu Hati, Menjadi Kenangan Tak Terlupakan Bagi Peserta Kirab Pemuda 2018

Babel Dua Pulau Satu Hati, Menjadi Kenangan Tak Terlupakan Bagi Peserta Kirab Pemuda 2018

POSBELITUNG.CO–Tetes air mata bening di sudut mata para orang tua asuh mengalir ketika para peserta Kirab Pemuda 2018 satu persatu menyalami mereka saat berpisah dengan anak-anak asuhannya, Minggu (7/10/208) pagi di Lapangan Bola Kelurahan Matras Sungailiat.

Suasana haru juga menyelimuti hati para peserta Kirab Pemuda 2018 saat mereka melangkah kaki meninggalkan Kampung Matras di penghujung titik singgah ke delapan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Yel-yel Provinsi Bangka Belitung Dua Pulau Satu Hati pun menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi 45 peserta bersama lima pendamping Kirab Pemuda 2018 tersebut.

Peserta Kirab Pemuda 2018, Muhammad Reda yang mewakili rekan-rekannya berterima kasih atas kepedulian dan kesediaan masyarakat Kelurahan Matras yang telah menerima keberadaan mereka dengan baik dan ramah. Ia memohon maaf atas segala dan khilaf selama mereka berada di Kelurahan Matras terutama kepada para orang tua asuh mereka.

“Terima kasih para pemuda pemudi di Matras yang telah membaur bersama kami bisa menginspirasi kami dalam kehidupan di masyarakat, bagaimana cara makannya dan keunikan disini. Semua ini sangat berarti bagi kami menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Bila ada kesempatan, umur panjang, rezeki lebih, suatu saat nanti kami akan kembali ke sini,” ungkap Reda.

Salihin, yang menjadi orang tua asuh, merasa senang bisa menerima para peserta Kirab Pemuda 2018 yang sudah dianggap seperti anak mereka sendiri.

“Kami tidak dapat mengucapkan apapun kecuali rasa terima kasih. Apa yang kami berikan semoga yang baik dibawa pulang yang jelek ditinggalkan. Kami mohon dimaafkan jika ada kesalahan sebagai bapak angkat,” ucap Salihan.

Yuliana orang tua asuh peserta Kirab Pemuda 2018 dari DKI dan Kalimantan Timur merasa anak-anak asuhnya seperti anaknya sendiri. Dia bersyukur bisa menjadi orangtua asuh namun diakuinya kebersamaan dengan anak-anak asuhannya sangat singkat.

“Kami bersyukur mereka bisa tinggal bersama kami. Saya menganggap mereka seperti anak sendiri. Mereka juga menganggap kami seperti orang tua sendiri. Semoga mereka bisa datang lagi ke Matras,” harap Yuliana menahan haru.

Lurah Matras Farid Alkindi bersyukur kelurahan mereka dipercaya menjadi tuan rumah untuk penerimaan peserta Kirab Pemuda 2018.

“Dengan adanya BN 10 Presiden Soekarno menanamkan nilai-nilai perjuangan. Soekarno mengatakan jas merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Dengan sejarah kita tahu darimana kita berasal. Soekarno mengatakan perjuangan saya lebih mudah daripada perjuangan kalian karena hanya melawan penjajah, tapi perjuangan kalian lebih sulit karena melawan bangsa sendiri. Untuk itu mari kita jaga rasa nasionalisme ini agar tetap mengalir dalam diri kita karena inilah yang menyatukan kita semua,” ungkap Farid.

Ia berpesan menjadi pemuda itu harus kuat tiga hal yakni agama, ilmu pengetahuan dan olahraga. Ketiganya saling melengkapi agar pemuda menjadi kuat.

“10 atau 20 tahun ke depan kalian akan jadi pemimpin kami, ada yang jadi presiden, gubernur atau bupati. Masa depan kami ada ditangan adik-adik. Kalau pemuda kuat negara pun kuat,” pesan Farid.

Kabid Kepemudaan Dinparpora Babel Ferdian Hermawan Loebis menyampaikan terima kasih kepada lurah dan masyarakat Matras yang bersedia menerima peserta Kirab Pemuda 2018 sehingga semua kegiatan berjalan dengan baik.

Dia mengatakan ada orang tua asuh yang merasa lima hari peserta Kirab Pemuda di Kelurahan Matras masih kurang karena mereka tidak memiliki kesempatan banyak untuk kebersamaan dengan anak-anak asuh mereka. Namun diakuinya banyak kegiatan yang harus dijalani para peserta Kirab Pemuda 2018.

“Terima kasih kepada adik-adik yang telah datang kesini. Bawalah yang baik-baik, yang jelek tinggalkan. Salam untuk keluarga dan rekan-rekan dititik singgah berikutnya. Kalau ada waktu mampirlah kesini. Program ini sangat kita tunggu,” kata Ferdian.

Perwakilan Kemenpora Basuki Irianto mengatakan para peserta Kirab Pemuda 2018 terkesan dengan potensi wisata dan kekayaan alam di Bangka Belitung. Ia berharap sebagai generasi muda mereka bisa mengambil pelajaran selama mengikuti kegiatan di Pulau Bangka ini.

“Mohon maaf maaf bila selama kami berada disini ada kesalahan dan khilafan. Terima kasih banyak kepada masyarakat dan semua yang telah membantu suksesnya Kirab Pemuda 2018 ini. Kami mohon pamit,” kata Basuki menutup kegiatan Kirab Pemuda 2018 di Kelurahan Matras.

*Artikel ini telah tayang di posbelitung.co dengan judul Babel Dua Pulau Satu Hati, Menjadi Kenangan Tak Terlupakan Bagi Peserta Kirab Pemuda 2018,
Penulis: nurhayati
Editor: khamelia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *