50 Peserta Kirab Pemuda se-Indonesia Singgah di Kota Tangerang

50 Peserta Kirab Pemuda se-Indonesia Singgah di Kota Tangerang

PESERTA Kirab Pemuda 2018 singgah ke Kota Tangerang, Senin (5/11/2018). Sebanyak 50 pemuda dari 34 Provinsi se-Indonesia ini keliling Kota Tangerang untuk menjemput isu.

“Mereka diwajibkan untuk menjemput isu, menjemput potensi masalah di setiap daerah termasuk di Tangerang ini,” ujar Esa Sukmawijaya, Sekretaris Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora di Puspemkot Tangerang.

Dalam proses seleksi, peserta kirab pemuda tentu memiliki kesehatan fisik yang baik. Sebab tidak hanya berkeliling di Kota Tangerang melainkan di kota/kabupaten se-nusantara.

“Peserta yang kami pilih dalam ikut kirab sesuai dengan kriteria. Sebab, ikut kirab selama 70 hari ke seluruh provinsi tentu sangat melelahkan dan memang harus mempunyai kesehatan yang baik,” ucapnya.

Rombongan para peserta yang singgah selama empat hari di Kota Tangerang tersebut telah resmi dilepas untuk berkeliling di kota berjuluk seribu industri dan sejuta jasa itu.

Namun sebelum rombongan dilepas, peserta lebih dulu berkunjung ke Tangerang Live Room. Di sana, mereka mempelajari tentang konsep smart city dari Kota Tangerang.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Dedi Suhada di kawasan Puspemkot Tangerang.

Dedi menuturkan, selama singgah di Kota Tangerang, para peserta tinggal di homestay Kampung Bekelir. Menurutnya, yang menjadi kebanggaan tersendiri adalah dari 50 peserta kirab pemuda, salah satu di antaranya berasal dari Kota Tangerang.

“Jadi untuk program kirab pemuda ini merupakan program pemerintah pusat. Tiap Provinsi di wakili dua pemuda, alhamdulillah dari Kota Tangerang salah satunya,” kata Dedi.

Seorang peserta kirab pemuda asal Provinsi Bengkulu Deka mengungkapkan, dirinya akan menyimpan pengalaman selama singgah di Kota Tangerang maupun kota lainnya dalam pelaksanaan kirab pemuda 2018.

Ia mengaku saat tiba di homestay, warga Kampung Bekelir menyambut ramah para peserta termasuk dirinya. Pengalaman juga nantinya akan disebarkan ke masyarakat luas di Indonesia.

“Kita harus ketahui adat budaya, terus kita harus tahu apa kemajuan di kota ini. Nah ini yang akan diambil, terus dibawa ke Provinsi kita masing-masing untuk nantinya bersaing secara positif,” papar Deka.

*Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul sama.
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Fred Mahatma TIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *