300 Penari Betandak Meriahkan Pembukaan Kirab Pemuda 2018

300 Penari Betandak Meriahkan Pembukaan Kirab Pemuda 2018

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS – Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah mengatakan penampilan 300 penari pada saat pembukaan Kirab Pemuda 2018 pagi tadi adalah sebuah bentuk penghargaan Pemda kepada budaya-budaya yang ada di Kabupaten Sambas.

Menurutnya, pada momen yang sangat jarang terjadi itu. Mengenalkan budaya kepada para pengunjung adalah sebuah keharusan, karena budaya juga merupakan bentuk kekayaan dari keberagaman Indonesia.

“Inikan kita mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari kegiatan ini, karena hanya Sambas yang jadi lokasi di singgah kirab pemuda. Untuk itu ini menjadi kesempatan bagi kita mengenalkan bakat dan budaya kita,” ujarnya, Selasa (16/10/2018).

Ia menambahkan, dengan mengenalkan kebudayaan kepada para peserta kirab adalah sebuah upaya untuk mengenalkan budaya dan kehidupan masyarakat di Sambas.

Selain itu, juga untuk mengangkat keingin tahuan masyarakat umum terhadap kebudayaan dan potensi yang ada di Kabupaten Sambas.

“Ini juga untuk mengenalkan budaya yang ada di Sambas. Dimana kita ada sungai, ada wisata bahari, ada Kraton dan lainnya. Gimana jita bisa mengenalkan kebudayaan itu, dan kita bisa menyatu di dalam keberagaman,” sambungnya.

Hairiah menjelaskan, dengan menampilkan tarian Bertandak adalah menceritakan kehidupan masyarakat melalui tarian.

Menurutnya, Bertandak adalah ikonnya Kabupaten Sambas dalam sebuah tarian. Oleh karenanya, untuk melambangkan suka cita maka diaplikasikan melalui Bertandak.

“Dengan menampilkan pemuda-pemudi Sambas, 300 penari itu menunjukkan kekompakan. Itulah filosofi dari masyarakat Kabupaten Sambas. Yang kompak, saling menyayangi, dan saling kasih mengasih,” jelasnya.

Dalam penampilan tarian di pembukaan kegiatan Kirab Pemuda siang tadi. Hairiah juga mengajak para tamu undangan untuk ikut serta menari.

Terlihat para tamu undangan, seperti Asisten Deputi Bidang Kepemudaan Kemenpora RI, Kadispora Provinsi, dan para tamu undangan lainnya ikut serta dalam menarikan tarian khas Kabupaten Sambas.

Lebih lanjut, Hairiah mengatakan di Kirab Pemuda kali ini tidak hanya menampilkan tarian khas Sambas.

Tapi juga akan melaksanakan workshop Tenun Sambas, Saprahan, dan pameran prestasi-prestasi pemuda di Kabupaten Sambas.

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul sama .
Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: madrosid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *